TUGAS 5

Perbedaan Antara Perdagangan Internsional dan Pemasaran Internasional

Perdagangan internasional adalah suatu proses tukar menukar yang didasarkan atas kehendak sukarela yang dilakukan antar Negara yang satu dengan yang lain melalui ekspor-import. Itulah difinisi perdagangan internasional. Sedangkan Pemasaran internasional merupakan keadaan dimana suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan Negara lain, perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri. Dalam hal semacam ini maka pengusaha tersebut akan terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan masuknya langsung dan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan itu tidak saja berupa barang akan tetapi dapat pula berupa jasa.

Perbedaan utama terletak pada perlakuannya dimana perdagangan internasinol dilakukan oleh Negara sedangkan pemasaran internasional adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Disamping itu pemasaran internasional menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif serta lebih progresif dari pada perdagangan internasional.

Alasan Setiap Negara Melakukan Perdagangan Internasional

  1. Masalah mobilitas faktor produksi. Faktor produksi terdiri dari tanah (land), tenaga kerja (labour), barang modal (capital) dan manajerial atau keterampilan (skill).
  2. Monilitas mengandung arti suatu pergerakan, sehingga yang dimaksud disini adalah pergerakan faktor produksi dari suatu negara kenegara lain. namun pada kenyataannya tidak semua faktor produksi dapat mobil secara internasional. Menurut Adam Smith, labour merupakan faktor produksi yang paling mobil. masalah perbedaan sistem moneter. Setiap negara memiliki mata uang sendiri. Adanya perbedaan mata uang dari setiap negara, perbedaan kebijakan ekonomi moneter, pada gilirannya mempengaruhi sistem lalu lintas pembayaran internasional dan sistem lalu lintas modal.
  3. masalah batas-batas negara yang berdaulat. Adanya batas-batas dari suatu negara dengan negara yang lain yang berdaulat menyebabkan perbedaan politik dalam perdagangan misalnya perlindungan tarif terhadap produk hasil industri didalam negero, larangan impor, quota dan blok perdagangan. Adanya kedaulatan mengakibatkan bea masuk (impor duty) dari suatu negara tidak sama dengan bea impor dari negara lain.
  4. Masalah transport cost. Ongkos angkut dari pabrik kepasar atau kepelabuhan meninggikan harga asal pabrik. Ongkos pengangkutan barang ekspor harus dimasukkan dalam perhitungan biaya agar harga yang diperoleh untuk komoditi ekspor tersebut tepat.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bisnis Internasional

  • Politik, Hukum, dan Perundang-undangan

Hubungan politik yang kurang baik antara satu negara dengan negara yang lain juga akan mengakibatkan terbatasnya hubungan bisnis dari kedua negara tersebut. Sebagai contoh yang ekstrim Amerika melakukan embargo terhadap komoditi perdagangan dengan negara-negara Komunis. Ketentuan Hukum ataupun Perundang-undang yang berlaku di suatu negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis internasional. Misalnya negara-negara Arab melarang barang-barang mengandung daging maupun minyak babi. Lebih dan itu undang-undang di negaranya sendiri pun juga dapat membatasi berlangsungnya bisnis Internasional, misalnya Indonesia melarang ekspor kulit mentah ataupun setengah jadi, begitu pula rotan mentah dan setengah jadi dan sebagainya.

 

  • Sarana Transportasi

transportasi atau pengangkutan barang yang diperdagangkan dari negara yang satu ke negara yang lain. Transportasi ini seringkali sukar untuk dilakukan karena antara kedua negara itu belum memiliki jalur pelayaran kapal laut yang reguler. Hal ini akan dapat mengakibatkan bahwa biaya pengangkutan atau ekspedisi kapal laut untuk jalur tersebut akan menjadi sangat mahal. Mahalnya biaya angkut itu dikarenakan selain keadaan bahwa kapal pengangkutnya hanya melayani satu negara itu saja yang biasanya lalu mahal, maka kembalinya kapal tersebut dati negara tujuan itu akan menjadi kosong. Perjalan kapal kosong di samudera luas akan sangat membahayakan bagi keselamatan kapal itu sendiri.

 

  • Perbedaan Sosial Budaya

Perbedaan kondisi sosial budaya merupakan suatu masalah yang harus dicermati pula dalam melakukan bisnis Internasional. Misalnya saja pemberian warna terhadap suatu produk ataupun bungkusnya harus hati-hati karena warna tertentu yang di suatu negara memiliki arti tertentu di negara lain dapat bermakna yang bertentangan. Perbedaan budaya ataupun kebiasaan juga perlu diperhatikan. Misalnya orang Jepang memiliki kebiasaan untuk tidak mau mendekati wanita bila membeli di supermarket, sehingga hal ini membawa konsekuensi bahwa barang-barang yang berupa alat-alat kosmetik pria jangan ditempatkan berdekatan dengan kosmetik wanita, sebab tidak akan didekati oleh pembeli pria.

 

  • Perbedaan Faktor Produksi

Adanya perbedaan faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara, misal    Indonesia memiliki banyak sumber minyak bumi tapi memerlukan tenaga ahli    yang handal untuk mengambilnya.

 

  • Kurs Mata Uang Asing

Kurs mata uang asing yang tidak stabil membuat para eksportir maupun importir mengalami kesulitan dalam menentukan harga valuta asing. Kesulitan tersebut berdampak pula terhadap harga penawaran maupun permintaan dalam perdagangan. Hal ini membuat para pedagang internasional enggan melakukan kegiatan ekspor dan impor.

 

 

Source:

http://archella.blogspot.com/2011/12/perdagangan-internasional.html

http://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-sim/materi-kuliah-ebi/

http://p4hrul.wordpress.com/2010/12/15/bisnis-internasional/

Iklan

TUGAS 4

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Iklim Bisnis Indonesia

  • Tenaga Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja

Tenaga kerja dan produktivitas tenaga kerja, sangat berpengaruh terhadap iklim bisnis di Indonesia. Karena tenaga kerja memiliki peranan penting dalam dunia bisnis. Dengan tenaga kerja yang handal dan berproduktivitas tinggi maka akan menciptakan suatu iklim yang baik dalam dunia bisnis Indonesia.

Contohnya, apabila kualitas tenaga kerja di Indonesia rendah, maka perusahaan-perushaaan di Indonesia akan kalah bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing, yang tentunya bisnis di Indonesia akan di kuasai oleh perusahaan asing.

  •  Perekonomian Daerah

Pekonomian daerah bisa mempengaruhi iklim bisnis. Pada saat perekonomian daerah sudah berkembang, maka kegiatan bisnis akan merata dan kondusif.

Contonya, jika masih banyak daerah yang perekonomiannya tidak stabil, maka pengaruh ini akan berdampak pada ketidakmerataan kesejahteraan penduduk yang berakibat pada ketidakstabilan iklim bisnis Indonesia

  •  Infrastruktur Fisik

Dalam bisnis infrastruktur berpengaruh dalam pendistribusian suatu barang. Apabila infrastruktur memadai maka proses proses pendistribusian barang bisa berjalan lancar  dan tentunya kegiatan bisnispun akan berjalan lancar. Begitupun sebaliknya.

Contohnya, moda transportasi penyebrangan antar pulau yang tidak tertata dengan baik mengakibatkan pendistribusian barang terhambat. Karena truk tertahan di pelabuhan.

  •  Kondisi Sosial Politik

 Kondisi sosial politik yang tidak stabil akan membuat para investor tidak menanamkan    modalnya yang berdampak pada ketidakstabilan dunia bisnis.

Contohnya, pada saat sebelum reformasi kondisi social politik di Indonesia sangat tidak stabil dan berdampak pada perekonomian Indonesia

  •  Pemerintah

Di Indonesia pemerintah sangat berperan penting dalam dunia bisnis. Peran pemerintah dalam dunia bisnis salah melalui kebijakan birokrasi. Kebijakan birokrasi yang kurang baik akan berpengaruh terhadap iklim bisnis.

Contohnya, Kegiatan bisnis sering tertunda karena untuk melakukan bisnis di Indonesia butuh waktu yang lama, untuk mengurus perizinan berbelit-belit dengan biaya tidak sedikit.

  • Teknologi

Tidak bisa di pungkiri lagi bahwa perkembangan teknologi saat ini sangat berpengaruh terhadap iklim bisnis di dunia termasuk di Indonesia. Perkembangan teknologi yang pesat mempengaruhi perusahaan-perusahaan untuk memproduksi barang dengan efektif dan efisien.

Contohnya, perusahaan dengan menggunakan teknologi tinggi produk yang di hasilkannya akan lebih banyak di bandingkan perusahaan yang menggunakan tenaga manusia.

Source

http://www.ekonomikabisnis.com/1891/peta-perekonomian-indonesia.html

Kuncoro (2006) via:

http://khilafah1924.org/index.php?option=com_content&task=view&id=331&Itemid=47

TUGAS 3

Pengertian Bisnis

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Menurut Mahmud Machfoedz bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi barang atau menjual jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen pada tingkat keuntungan tertentu.

Sacara umum, bisnis adalah beragam kegitan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut dalam bentuk keuntungan.

Manfaat Bisnis Bagi Kehidupan Saya

Meskipun saya bukan seorang businessman, namun manfaat bisnis sangat terasa. Dengan adanya bisnis, saya bisa memenuhi kebutuhan hidup saya. Bayangkan jika tidak ada bisnis, mungkin saya harus memenuhi kebutuhan saya dengan kemampuan saya sendiri. Namun, sebagai manusia saya memiliki kemampuan yang saya miliki sangat terbatas dan pada akhirnya saya membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan saya. Maka dari itu jasa para pebisnis sangat bermanfaat bagi saya. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh bisnis sangat besar bagi berlangsungnya kehidupan saya.

Sabagai mahasiswa, sudah saatnya saya untuk mulai melek bisnis. Karena mahasiswa merupakan jiwa muda yang bisa melahirkan ide-ide kreatif dan tentunya masih memiliki semangat yang sangat besar untuk menjadi seorang pebisnis. Walaupun sulit bagi mahasiswa untuk membagi waktu antara belajar dan berbisnis. Namun, kecanggihan teknologi saat ini, bisa menyelesaikan masalah tersebut. Seperti solusi yang diberikan oleh internet yaitu dengan bisnis online.

Sangat besar manfaat bisnis bagi mahasiswa. Selain untuk menambah uang saku, bisnis juga bisa meningkatkan soft skill, mengasah jiwa wirausaha, meningkatkan keberanian memulai usaha, mendapat dukungan modal dan pendampingan secara terpadu. Selain untuk diri sendiri. Bisnis bagi mahasiwa sangat bermanfaat dalam pembangunan negara. Bisnis mahasiswa bisa menciptakan unit bisnis baru berbasis IPTEK, meningkatkan kecakapan dan keterampilan mahasiswa khususnya sense of business sehingga akan tercipta wirausaha-wirausaha muda potensial, menumbuh kembangkan wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tinggi, membangun jejaring bisnis antara pelaku bisnis wirausaha pemula dengan pengusaha (terutama UKM) yang sudah mapan.

Bagi mahasiswa bisnis bukan hanya tentang keuntungan, tapi juga tentang karya. Karya yang bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Karya yang bisa menginspirasi orang lain untuk melahirkan karya-karya baru lainnya. Ya, karya tersebut akan menyebar seperti virus. Dari satu karya akan melahirkan satu karya lainnya, dan terus lahir karya-karya baru.

Pada intinya manfaat bisnis sangat besar bagi kehidupan saya dan orang-orang disekitar saya. Saya juga termasuk orang yang di hidupi oleh bisnis, karena orang tua saya juga seorang pebisnis. Sebesar apapun manfaat bisnis, rasanya akan sia-sia jika tidak ada keberkahan Allah di dalamnya. Maka dari itu selain mendapatkan keuntungan, dan menciptakan karya, keberkahan yang di dapatkan dari Allahlah yang membuat bisnis sangat berpengaruh bagi kehidupan saya.

Source :

http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis

http://sheentazone.blogspot.com/2010/10/pengertian-bisnis-dan-jenisnya.html

http://infoduit.com/manfaat-wirausaha-untuk-mahasiswa

TUGAS 2

Dunia perkulihan  sangat berbeda dengan dunia sekolah. Dari mulai statusnya yang tadinya siswa menjadi mahasiswa. Pengajarnyapun yang biasa disebut guru menjadi dosen. Menyandang status mahasiswa tentunya menjadi tugas berat. Seorang mahasiswa harus mampu memanage dirinya sendiri, dan menentukan masa depannya sendiri. Bahkan sebelum berstatus mahasiswapun, ia harus menentukan jurusan apa yang akan dia dalami yang sesuai minat, bakat dan kemampuannya. Tak heran banyak calon mahasiswa yang menjadi galau, karena ini yang akan menentukan masa depan mereka. Sayapun, merasakan hal demikian.

Pada dasarnya jurusan atau prodi semuanya sama. Namun tetap saja ada jurusan tertentu yang difavoritkan. Entah apa yang mendasari apa perbedaan dari jurusan yang banyak peminatna dan sedikit peminatnya. Namun saya tidak akan membahas hal tersebut. Saya akan membahas tentang alasan saya, mengapa saya memilih jurusan yang saya pilih saat ini.

Saat ini saya memilih jurusan akuntansi. Karena dari sejak masuk SMA saya sangat penasaran pada pelajaran akuntansi. Saat itu anehnya saya malah memilih jurusan IPA pada saat kelas XI di SMA. Tentunya saya tidak bisa mempelajari akuntansi. Selain hal itu, ilmu akuntansi merupakan ilmu yang membutuhkan keahlian khusus untuk menerapkannya. Dan untuk mendapatkan keahlian tersebut tentunya hanya bisa didapatkan di jurusan akuntansi. Akuntansi juga merupakan seni. Seni dimana butuh penjiwaan, ketelitian dan ketekunan. Terutama dalam hal pembuatan laporan keuangan.

Jurusan akuntansi juga salah satu jurusan favorit di negri ini. Karena, katanya jurusan akuntansi itu lapangan pekerjaannya luas. Ya, walaupun saya tidak tahu persis fakta dilapangannya seperti apa. Meskipun itu benar, namun, lulusan akuntansi juga sangat banyak. Tapi sekarang saya tidak akan memikirkan hal itu terlebih dahulu. Yang jelas saat ini saya harus tetap bergerak dan terus mendalami ilmu akuntansi. Dan tentunya meengerahkan kemampuan terbik saya dalam melakukan berbagai hal.